Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PSIKOLOGI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Februari 2020

WANITA CERDAS

Wanita cerdas punya poin plus dihadapan orang lain. Cenderung dihormati dengan pola pemikirannya yang positif dan terarah. Apa saja kriteria wanita cerdas? Haruskah punya IPK 4 dengan segudang prestasi? itu salah satunya, sedangkan wanita cerdas banyak wujudnya:

1.  Menjadi Tokoh Inspiratif

Apakah kalian mengenal Hellen Keller? Hellen Keller menderita sakit di usia 19 bulan yang menyebabkan matanya buta, telingannya tak bisa mendengar dan tak mampu bicara. Masyaa Allah semangatnya luar biasa, meski memiliki keterbatasan, dia mampu kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Hardvard khusus wanita pada usia 20 tahun. Kalau Hellen Keller yang punya keterbatasan fisik, bisa melakukan hal seperti itu, kenapa kita yang punya kondisi fisik lengkap masih enggan dan suka malas-malasan? Tidak kah kita malu dengan sosoknya?

Kalau kamu, siapa motivator terbaik menurutmu? siapapun itu, kamulah yang punya panggungnya. Sebagus apapun motivasi yang diberikan, kalau dari kamu sendiri tidak ada aksi untuk berbuat lebih, maka tak ada bedanya. Kamu sendiri bisa jadi motivator untuk keluargamu, temanmu, dan kerabatmu. Kesadaran, kecerdasan, kemandirian, dan ketangguhan yang ada pada diri kamu bisa jadi sebagai suntikan tersendiri untuk orang disekitarmu.

2. Minder dan Pesimis

Kadang dipikiran kitalah yang membuat si pesimis beraksi, " Dia sih pintar, IPK tinggi, pantas kalau dapat beasiswa. "

Si minder ikut-ikutan, " Dia sih bahasa Inggrisnya jago, lah aku?"

Si pesimis dan si minder bilang, " Udah hidup gini aja, kaya air mengalir aja."

Tahukah efeknya? kita tidak akan bisa berkembang karena pola pikir kita. Terlalu banyak pikiran negatif yang masuk, sehingga jangan beraksi, untuk bermain saja tidak mau. Coba kalimat-kalimat itu diubah, si optimis akan mengambil alih nahkoda.

Si minder ngalah, diganti si Pe-De, "Batu aja yang keras kalau diteteskan air terus-menerus bisa berubah, Allah memberikan otak yang sempurna, seharusnya kita bisa merubah pola pikir menjadi positif. Buang si minder dan si pesimis, karena wanita yang cerdas adalah yang mempu menginjak pesimis dan menuntun optimis.

Sabtu, 30 November 2019

BIARKAN MEREKA BERTANYA


Media Informasi sekarang membuat pertanyaan anak-anak menjadi lebih berani dibanding masa kecil kita dulu. Memang anak usia 2-5 tahun punya kecenderungan senang bertanya. Pertanyaan itu biasanya tidak jauh dari apa yang mereka temui, amati dan rasakan. 

Bukan berarti anak usia sekolah hingga pra remaja tidak senang bertanya. Bila sejak kecil orang tua tidak pernah mengabaikan mereka, di sekolah, maupun berdebat dengan sesama temannya. Anak mengajukan pertanyaan karena di dorong rasa ingin tahunya yang besar terhadap segala sesuatu. Bekal rasa ingin tahu ini memang telah ada sejak manusia lahir. Rasa ingin tahu inilah yang membuat bayi bisa merangkak, berjalan dan berbicara. 

Jumat, 13 September 2019

MENCINTAI MANUSIA


Betapa indahnya jika dalam hidup ini setiap orang saling mencintai satu sama lain seperti mencintai dirinya sendiri. Ketika mencintai karena ALLAH, sifat egois akan hancur dalam diri kita. 

Pernahkah kita berkata dalam hati, "Saya tidak suka jika orang yang berteriak di depan mukaku atau remehkanku. Saya tidak suka jika orang lain mengolok-olok dan membohongiku. Saya ingin orang lain memperhatikanku. Saya juga ingin mereka mengetahui hal-hal positif yang ada dalam diriku, memaafkan kesalahanku, berlapang dada terhadapku, mendengar pembicaraanku, menerima dan menghormati pendapatku. Orang harus menuruti apa yang saya inginkan."

Senin, 22 Juli 2019

MENGAPA KALIAN BERUBAH?


     Sebagian kita menganggap masa kanak-kanak adalah masa merepotkan karena mereka belum mampu mengurus dirinya sendiri. Mulai dari menyiapkan makanan, mengantar-jemput sekolah, mencuci dan menyetrika dan membelikan keperluan sekolah. Saat mereka mulai meranjak remaja, barulah perlahan-lahan kita merasakan mulai berkurangnya beban fisik. Mereka secara bertahap mulai mengembangkan kemandiriannya dan perlahan-lahan mulai melepaskan diri dari ketergantungan terhadap orang tua. Mereka lebih banyak melibatkan diri dengan aktivitas bersama teman-temannya dan mulai asyik dengan dunianya sendiri.

Jumat, 29 Maret 2019

Strategi Mengurangi Depresi Dan Kecemasan Pada Penderita Parkinson Menggunakan CBM (Cognitive Behaviour Modification)


RINGKASAN

Penyakit parkinson adalah penyakit yang mempengaruhi orang dewasa terutama yang lebih tua, dengan usia onset rata-rata 62 tahun (Asosiasi Parkinsonof Western Australia & Royal Australian College of Dokter Umum, 1997). Kebanyakan penelitian PD telah difokuskan pada gejala penyakit fisik dan pengobatan farmakologis. Namun demikian, efek psikologis, yang mungkin termasuk demensia, psikosis, depresi dan kecemasan, sering menjadi hal yang paling memprihatinkan dan melumpuhkan.

Menurut catatan dari data penderita penyakit parkinson diperkirakan menyerang 876.665 orang indonesia dari total jumlah penduduk 238.452.952, total kasus kematian akibat penyakit parkinson di indonesia, menempati urutan ke 12 di dunia atau peringkat ke lima di asia dengan prevalensi mencapai 1100 kematian pada tahun 2002 (Noviani,2010). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi depresi dan kecemasan pada penderita penyakit Parkinson menggunakan CBM (Cognitive Behaviour Modification).

WANITA CERDAS

Wanita cerdas punya poin plus dihadapan orang lain. Cenderung dihormati dengan pola pemikirannya yang positif dan terarah. Apa saja kriteri...

Sering dibaca