Selasa, 19 Februari 2019

EMOTICON STICK & EMOTICON RING

     

         Dunia anak adalah dunia bermain. bermain, anak akan memperoleh pelajaran yang mengandung aspek perkembangan kognitif, sosial, motorik halus, motorik kasar dan emosi. 
Bermain merupakan sarana untuk menggali pengalaman belajar yang sangat berguna untuk anak. Bermain juga dapat menjadi sarana untuk mengembangkan kreativitas dan daya cipta, karena bermain adalah sumber pengalaman dan uji coba.

     Alat bermain adalah segala macam sarana yang bisa merangsang aktifitas yang membuat anak senang. Sedangkan alat permainan edukatif yaitu alat bermain yang dapat meningkatkan fungsi menghibur dan fungsi mendidik. Artinya, alat permainan edukatif adalah sarana yang dapat merangsang aktivitas anak untuk mempelajari sesuatu tanpa anak menyadarinya, baik menggunakan teknologi modern maupun teknologi sederhana bahkan yang bersifat tradisional.
Dalam sebuah alat permainan, anak-anak dapat mengenal beberapa jenis emosi, seperti rasa senang, sedih, marah, benci, malu dan lain-lain, dari sebuah alat permainan tersebut anak-anak dapat melatih atau mengontrol emosinya.

Minggu, 10 Februari 2019

YANG REMEH YANG MENGGANGGU


        

         Bau secara kata memang hanya tiga huruf. Tapi pangaruhnya dalam kehidupan nyata benar-benar luar biasa. Orang jelas sebel dan gak mau dekat-dekat, kalau kamu bau. Bukannya bermaksud gak manusiawi, tapi cobalah lebih berperasaan sama penciuman orang disekelilingmu. Memang sih mereka masih mau senyum sama kamu, masih mau berinteraksi, tapi kalau bisa pasti mereka lakukan dalam radius yang gak terlalu dekat.

      Daripada berharap sedunia memaklumi dan mau mengerti bau-baumu, akan lebih gampang kalau kamu mengubah diri. Meski kamu pribadi tidak terganggu, dan bisa enjoy jalanin rutinitas hari-hari. Tetap gak beralasan mempertahankan bau yang gak enak.

Jumat, 01 Februari 2019

MEMBIASAKAN ANAK BERKATA BAIK DAN SOPAN




Biasanya anak usia dini senang mempelajari kata-kata baru, apalgi di usia ini kemampuan berbahasa dan menyerap informasi sedang berkembang dengan pesat. Apalagi pada usia ini anak sering kali mencoba-coba dan mengeksplor hal-hal yang baru, temasuk mencoba hal-hal yang nagatif.
       Hal ini sering membuat kita kaget mendengar seorang anak yang masih dini dapat mengucapkan kata-kata kasar dan tidak sopan. Pada usia ini, keterampilan berbahasa anak mulai berkembang, demikian juga dengan kognisinya. Anak mulai senang menambah pembendaharaan kata dengan cara mengikuti kata-kata, baik yang di dengar dari teman,  TV, atau mendengar percakapan orang dewasa.  Kita sebagai orang tua terkejut dengan kata-kata yang dilontarkan anak setelah pulang dari bermain.  
           

Rabu, 30 Januari 2019

JUJUR



wajar jika orang tua cemas apabila anaknya 'berbohong', sebagai orang tua tidak menginginkan anaknya jadi pembohong.😢

Kita sebagai orang tua bisa menanamkan pada anak bahwa perilaku berbohong adalah hal yang merugikan dirinya sendiri, apabila anak berbohong maka orang lain menjadi tidak mempercayainya.

Alasan bohong anak adalah anak merasa tidak berdaya, menyembunyikan kebenaran, dan menghindari hukuman. Bagi anak, berbohong berarti menghindari tanggung jawab dengan cara menutupi kesalahan yang telah anak perbuat. 

Selasa, 29 Januari 2019

BERTENGKAR


Sebuah keluarga yang memiliki anak lebih dari satu, pasti memiliki peluang untuk bertengkar dengan saudara kandungnya😊

Ayooo... siapa diantara kita yang pernah bertengkar dengan adek ataupun dengan kakak?😅
Kenapa pertengkaran itu bisa terjadi?
Biasanya anak merasa tidak suka dengan adek dan kakaknya atau anak merasa cemburu terhadap perlakuaan kita sebagai orang tua.

Apa yang dilakukan orang tua kita untuk menghentikan pertengkaran tersebut?

Minggu, 27 Januari 2019

EKSPRESIF & SPONTAN



Di usia prasekolah, anak memang cenderung ekspresif dan spontan dalam mengungkapkan isi hati dan perasaannya. Ekspresi perilaku secara spontan oleh anak akan menampakkan bahwa perilaku yang dimunculkan bersifat asli dan tidak tertutup. 

Anak akan membantah atau menentang kalau anak merasa tidak suka. Begitu pula halnya dengan sikap marah, senang, sedih, dan menangis akan muncul secara spontan kalau anak dirangsang oleh situasi yang sesuai dengan ekspresi tersebut.

Ungkapan ekspresi pada anak-anak secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga, sebagai berikut:
  1. Ekspresi untuk menunjukkan rasa senang. Ungkapan rasa senang ditunjukkan dari wajah anak dalam bentuk senyuman atau tertawa sambil melonjak-lonjak kegirangan. Orang tua mesti menunjukkan reaksi positif, sehingga anak merasa dihargai dan diperhatikan.
  2. Ekspresi untuk menunjukkan rasa takut. Biasanya anak takut ditinggal atau berpisah dengan orang tuanya. Jika ayah dan ibunya hendak berangkat kerja, anak biasanya menangis. Orang tua sebaiknya memahami perasaan anak dengan cara menerima sekaligus menghargainya. Misalnya, sebelum pergi, luangkan waktu sejenak memeluk dan menemaninya hingga anak merasa nyaman. Jangan sampai orang tua berangkat kerja dengan membohongi atau sembunyi-sembunyi. Kalau ini yang dilakukan, jangan salahkan anak kehilangan kepercayaannya pada orang tua
  3. Ekspresi untuk menunjukkan rasa marah. Ungkapan kemarahan pada anak bisa beragam. Ada yang mengekspresikannya dengan cara menangis, mengomel, berteriak, atau memukul-mukul. Apapun bentuknya, itu semua merupakan ungkapan kemarahan yang tak jarang muncul begitu saja tanpa orang tua bisa tahu apa penyebabnya.

KONSISTEN



Anak adalah harta berharga bagi orang tuanya....
Anak adalah penerus generasi bagi orang tua, agama dan negara...... 
Orang tua mengharapkan anaknya untuk taat kepada Allah, memiliki akhlak yang baik.
Soal prestasi itu hanyalah point (+) buat orang tua.

Membangun karakter anak itu penting, apalagi ketika anak umur prasekolah. Bagaimana kalau membentuk anak yang sudah SD, SMP atau SMA?
Tidak ada kata telat untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik. Jangan sampai kita memiliki berbagai alasan untuk membiarkan anak melakukan hal-hal negatif yang membuat kita akan menyesal....😥

Ilmu tentang perkembangan dan pertumbuhan anak, baik fisik maupun psikis itu sangat penting kita pelajari. Apabila kita sudah di amanahkan oleh Allah yaitu berupa anak, maka Allah memberi tanggung jawab kepada kita untuk mendidik anak menjadi anak yang selalu taat kepada Allah.

Bagaimana cara kita membentuk karakter anak?
Salah satunya yaitu kita harus konsisten kepada anak, baik dari perkataan maupun perilaku. 
Ketika kita sudah konsisten perkataan dan perilaku, Insyaa Allah anak akan mengikuti dan taat dengan kita.
Tetapi apabila kita tidak konsisten, maka anak akan menjadi bingung dan cenderung akan melakukan perilaku negatif (tidak taat) karena tidak memiliki arahan yang jelas dari kita.

Suka sedih ketika anak tidak taat....😭
Apa yang harus dilakukan?
kita sebagai orang tua harus muhasabah, apakah kita salah atau keliru dalam mendidik?
Sabar dan selalu berdoa untuk anak-anak kita....🤗🤗

WANITA CERDAS

Wanita cerdas punya poin plus dihadapan orang lain. Cenderung dihormati dengan pola pemikirannya yang positif dan terarah. Apa saja kriteri...

Sering dibaca